Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ketua GP Mania Sentil Benny Rhamdani: Kondisi Bangsa Ini Bukan dalam Kondisi Tempur, Apa yang Mau Ditempur?

Ketua GP Mania Sentil Benny Rhamdani: Kondisi Bangsa Ini Bukan dalam Kondisi Tempur, Apa yang Mau Ditempur? Kredit Foto: Antara
WE NewsWorthy, Jakarta -

Ketua Ganjar Pranowo Mania atau GP Mania, Immanuel Ebenezer menanggapi klarifikasi Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran (BP2MI) Benny Rhamdani yang meminta izin kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk siap bertempur melawan pihak yang mengkritik pemerintah.

Ia menyampaikan kekhawatirannya soal apa yang telah disampaikan Benny Rhamdani.

Baca Juga: Ngaku Kasihan Sama Jokowi, Mardani Ali Semprot Benny Rhamdani: Pernyataan Toxic Kayak Gitu Tidak Layak Didengar Presiden

"Secara substansi saya sepakat penegakan hukum itu penting, tapi jangan juga penegakan hukum itu untuk hanya beda pandangan politik, ini mengkhawatirkan kita," ujar Bung Noel dikutip Newsworthy dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Noel juga mengingatkan Benny yang disebutnya sebagai sahabat karena sama-sama sebagai aktivis 98, bahwa sikap mengajak tempur pengkritik Jokowi tidak baik.

"Kita punya pengalaman buruk, terhadap orde baru bagaimana lawan politik itu dianggap musuh, dan ini tidak baik Benny, kondisi bangsa ini bukan dalam kondisi tempur, apa yang mau ditempur?," ujar dia.

"Kepada Benny, bahwa kita sebagai aktivis sebagai anak gerakan, kita menginfluece yang namanya kekuasaan ini, jangan kita malah, sikap kita menjadi norak, gitu loh, dan itu tidak baik, saya tidak mau sahabat saya ini terlalu jauh tidur nyenyak di kekuasaan, itu tidak baik sekali Benny. saya cuma mau mengkritik hal itu, ini penting, kita tidak mau demokrasi kita hancur gara-gara benda pandangan, kemudian kita mengasosiasikan itu adalah lawan," sambungnya.

Mendengar pernyataan tersebut, Benny menegaskan bahwa video yang dipotong di media sosial ngawur.

"Apalagi bermodalkan sepotong video pasti ngawur, kedua kalau aku tidur karena kekuasaan, aku nggak peduli dengan masalah-masalah yang terjadi di luar," ujar dia.

"Kalau anda katakan yang kita lakukan kemarin di video itu memperkeruh membuat kegaduhan, justru ini reaksi atas kegaduhan-kegaduhan yang terjadi, justru seharusnya posisi Bung Noel pada wilayah kritis terhadap situasi, aksi-aksi yang selama ini menimbulkan kegaduhan," pungkasnya.

Diketahui sebelumnya, Benny Rhamdani menjadi sorotan usai pernyataanya yang diduga mengajak perang kepada mereka yang mengkritik Presiden Joko Widodo.

Pernyataan itu tersebar melalui video yang beredar di media sosial. Diambil saat pertemuan relawan nasional di Gelora Bung Karno pada Sabtu (26/11).

Baca Juga: Tingkatkan Indeks Demokrasi, Bakesbangpol Jabar Berikan Pendidikan Politik Bagi Pemilih Pemula

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: