Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

44 Relawan Jokowi Jadi Komisaris BUMN, Tokoh NU: Masa SBY Dulu Cuma Hitungan Jari, Sekarang Seperti Obral Baju

44 Relawan Jokowi Jadi Komisaris BUMN, Tokoh NU: Masa SBY Dulu Cuma Hitungan Jari, Sekarang Seperti Obral Baju Kredit Foto: Instagram/Umar Hasibuan
WE NewsWorthy, Jakarta -

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Muhammad Umar Syadat atau yang akrab dipanggil Gus Umar membandingkan jatah relawan Presiden Joko Widodo (Jokowi) dengan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) saat menjadi presiden.

Menurut Gus Umar, relawan SBY yang menjadi komisaris BUMN dapat dihitung dengan jari berbeda dengan zaman Jokowi yang lebih besar.

Baca Juga: Ganjar Ngaku Gagal Ngurusin Tambang Ilegal Gegara Ada yang Bocorin, Susi Pudjiastuti Nyeletuk: Tenggelamkan Saja Pak!

Hal itu disampaikan Gus Umar dalam akun Twitter pribadinya, dikutip pada Rabu 30 November 2022.

"Dari dulu saya sdh bilang relawan jokowi bahkan merasa lbh besar dr parpol dan merasa lbh berjasa bantu jkw jd presiden. Masa SBY dulu relawan yg jd komisaris dlm hitungan jari gak lbhk dr 10 org. Zaman skrg komisaris spt obral baju. Bahkan sampai napi korupsi jd komisaris," ujar Gus Umar.

Diketahui sebelumnya, Benny Rhamdani menjadi sorotan usai pernyataanya yang diduga mengajak perang kepada mereka yang mengkritik Presiden Joko Widodo.

Pernyataan itu tersebar melalui video yang beredar di media sosial. Diambil saat pertemuan relawan nasional di Gelora Bung Karno pada Sabtu (26/11).

Video tersebut menampakkan Kepala Badan Perlindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI). Ia meminta izin perang kepada pihak yang mengkritik Jokowi.

Baca Juga: Jabar Ranking 4 Tingkat Kerawanan Pemilu 2024, Jakarta Nomor Wahid

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: