Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ganjar Pranowo Pilih Keluar Partai Jika Tak Diusung Capres 2024 Oleh PDI Perjuangan? Ternyata...

Ganjar Pranowo Pilih Keluar Partai Jika Tak Diusung Capres 2024 Oleh PDI Perjuangan? Ternyata... Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
WE NewsWorthy, Jakarta -

Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo disebut akan keluar dari partai yang telah membesarkan namanya, yaitu PDI Perjuangan bila tak mendapat restu untuk menjadi Calon Presiden (Capres) di 2024 nanti.

Dalam perbincangannya dengan Ahli hukum tata negara Refly Harun yang menanyakan ke Ganjar kalau endorsement itu bukan untuk dirinya, apakah akan keluar dari PDIP terlebih jika ada dukungan dari arus lain.

Baca Juga: Pimpin Jateng, Kinerja Ganjar Pranowo Dibocorkan Warganya, Pantas Jadi Presiden?

"Katakanlan kalau endorsement itu bukan untuk Bung Ganjar, tapi untuk yang lain. Apakah akan keluar dari orbit," tanya Refly di Channel Youtube pribadinya, dikutip Rabu (30/11/2022).

Ganjar pun lantang menjawab bahwa belum ada pikiran untuk keluar dari partai besutan Megawati Soekarnoputri itu.

"Belum, belum, belum ada pikiran itu karena sejak mahasiswa sampai hari ini tetap PDI dulu PDI, kini PDI Perjuangan dan saya masih ada di jalur itu," ungkapnya.

Diketahui, Ganjar Pranowo merupakan satu-satunya kader PDI Perjuangan dengan elektabilitas yang moncer di berbagai lembaga survei di tanah air.

Akan tetapi, partai berlogo banteng bermoncong putih itu belum memutuskan  sosok yang akan maju di Pilpres 2024.

Selain nama Ganjar, nama Puan Maharani dari trah Soekarno digadang juga ingin diusung untuk pilpres 2024 nanti.

Namun, dalam beberapa lembaga survei, nama Puan Maharani masih memiliki elektabilitas yang jeblok.

Dalam survei terbaru Lembaga Saiful Mujani Research and Consulting (SMRC), elektabilitas Ganjar Pranowo masih moncer di posisi puncak.

Baca Juga: Mantap! Eks Komisaris Ini Ngaku Siap Bayarin Utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno: Per Hari Ini Akan Saya Carikan Rp50 Miliar!

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: