Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terungkap! Detik-detik Brigadir J Ditembak: Masih Meraung Dihabisi Ferdy Sambo

Terungkap! Detik-detik Brigadir J Ditembak: Masih Meraung Dihabisi Ferdy Sambo Kredit Foto: Suara.com/Yasir
WE NewsWorthy, Jakarta -

Kuasa hukum Bharada Richard Eliezer Pudihang Lumiu, Ronny Talapessy mengungkapkan detik-detik Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J ditembak di rumah Ferdy Sambo di Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Ronny mengatakan Brigadir J tidak langsung tewas saat ditembak Bharada E.

Baca Juga: Dipancing Hakim, AKBP Ridwan Akhirnya Ungkap Ferdy Sambo Ikut Tembak Brigadir J: Saya Diprank Juga..

"Sebenarnya almarhum jatuh itu belum langsung meninggal, karena Icad sampaikan ke saya, (Brigadir J) jatuh tapi suaranya masih eeee... meraung ya," ujar Ronny seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Menurut Ronny, Ferdy Sambo lah yang menghabisi Brigadir J sampai meninggal dunia.

"Memang penembakan, Mas Budiman. Richard (mengakui) menembak, (tapi) tidak ada (kekerasan lainnya). Kan di dakwaan sudah jelas tidak ada," sambungnya.

Diketahui, dalam perkara ini Jaksa Penuntut Umum (JPU) telah mendakwa total lima tersangka yakni, Ferdy Sambo, Putri Candrawathi, Richard Eliezer alias Bharada E, Ricky Rizal alias Bripka RR, dan Kuat Maruf.

Mereka didakwa turut secara bersama-sama terlibat dengan perkara pembunuhan berencana bersama-sama untuk merencanakan penembakan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga No. 46, Jakarta Selatan.

"Mereka yang melakukan, yang menyuruh melakukan, dan turut serta melakukan perbuatan, dengan sengaja dan dengan rencana terlebih dahulu merampas nyawa orang lain," ujar jaksa saat dalam surat dakwaan.

Atas perbuatannya, kelima terdakwa didakwa sebagaimana terancam Pasal 340 subsider Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 KUHP yang menjerat dengan hukuman maksimal mencapai hukuman mati.

Sedangkan hanya terdakwa Ferdy Sambo yang turut didakwa secara kumulatif atas perkara dugaan obstruction of justice (OOJ) untuk menghilangkan jejak pembunuhan berencana.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: