Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Sambil Beberkan Alasannya, Pakar Psikologi Forensik Sebut Brigadir Yosua Korban Kejahatan Seksual

Sambil Beberkan Alasannya, Pakar Psikologi Forensik Sebut Brigadir Yosua Korban Kejahatan Seksual Kredit Foto: Google
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pakar Psikologi Forensik Reza Indragiri menyoroti tuduhan terhadap Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat yang disampaikan sejumlah saksi di persidangan.

Brigadir Yosua dituding mempunyai kepribadian ganda, kemudian melakukan pelecahan seksual terhadap istri Ferdy Sambo, Putri Candrawathi di Magelang, dan hal lainnya.

Baca Juga: Tak Hanya Perintahkan Menembak, Ferdy Sambo Minta Bharada E Lakukan ini Terhadap Yosua

Dalam program Kontroversi yang tayang di kanal YouTube metrotvnews, Reza Indragiri menegaskan bahwa tidak ada pelecehan seksual yang dilakukan Brigadir Yosua, seperti yang didalilkan penasihat hukum Sambo dan Putri.

"Tapi okelah, kalau dipaksakan harus ada kekerasan seksual (seperti kata penasihat hukum Sambo dan Putri), kita gandengkan dengan dugaan kepribadian ganda, dengan keterangan sekian banyak saksi, (seperti) Yosua ini pemarah, temperamental, suka dugem, pernah minta dicarikan perempuan yang mengesankan dia sebagai hiperseksual, sebagai pecandu seks," terang Reza, Jumat (18/11).

Reza menyebut, sejak awal ia sudah menduga kuat Brigadir J lah yang justru menjadi korban kekerasan seksual, bahkan sebelum saksi mengungkap banyak tabiat buruk almarhum.

"Lantas apa penilaian saya setelah sekarang ada banyak sifat-sifat, atau tabiat buruk mendiang Brigadir Yosua yang dibuka kepada majelis hakim?" ujar Reza.

"Saya justru semakin khawatir bahwa tampaknya mendiang Brigadir Yosua ini mengalami kejahatan seksual secara berulang kali," sambungnya.

Pakar Psikologi Forensik ini kemudian mengaitkannya dengan berbagai sifat yang diungkap saksi di persidangan. Padahal sedianya keterangan tersebut dimaksudkan untuk membuat terdakwa Sambo dan Putri tidak semakin tersudut.

"Karena keterangan sekian banyak saksi, pemarah, temperamental, suka dugem, pecandu seks, kepribadian disosiatif, orang menyebut sebagai kepribadian ganda, itu justru cerminan orang-orang yang pernah mengalami kejahatan seksual," tegas Reza.

Baca Juga: Bidik Perolehan Dana Rp7 Triliun dari Tabungan Bisnis, BTN Gelar Road Show di Bandung

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: