Ribu-ribut Soal Perusahaan Bir Jadi Sponsor Formula E, Guntur Romli: Akhirnya Senjata Makan Tuan

Ribu-ribut Soal Perusahaan Bir Jadi Sponsor Formula E, Guntur Romli: Akhirnya Senjata Makan Tuan Kredit Foto: Instagram/Formula E

Deretan nama sponsor untuk ajang balap mobil listrik Formula E Jakarta menuai kontroversi. Pasalnya, dari sekian nama sponsor, ada nama Heineken yang merupakan perusahaan bir asal Belanda.

Terkait hal ini, Ketua Panitia Pelaksana Formula E Jakarta Ahmad Sahroni angkat bicara. Ia menyebut Heineken merupakan sponsor global yang mendukung langsung Formula E Operation (FEO).

Artinya, Heineken merupakan sponsor Formula E untuk semua lokasi, tidak hanya di Jakarta saja

"Itu global punya, sponsor langsung FEO," ujar Sahroni saat dikonfirmasi, Rabu (25/5/2022).

Menanggapi hal itu, Politikus Partai Solidaritas Indonesia (PSI), Mohamad Guntur Romli mengatakan, panitia Formula E tak perlu berkelit soal sponsor tersebut. Apalagi, katanya, deviden DKI juga ada dari perusahaan bir.

“Enggak usa munafik kalau memang perusahaan bir itu sponsor, apalagi deviden DKI juga ada dari perusahaan bir,” kata Guntur Romli di akun Twitternya dikutip pada Jumat (27/5/2022).

“Makanya enggak usah politisasi agama. Akhirnya senjata makan tuan,” sambungnya.

Diketahui, ABB menjadi sponsor utama sekaligus penyenggara acara. Sementara itu, pada tuisan besar juga terpampang perusahaan keuanganan Julius Baer sebagai sponsor global.

Pada bagian sponsor teknis, ada perusahaaan ban asal Perancis, Michelin.

Selain tiga sponsor utama, ada belasan sponsor biasa yang juga tercantum di bagian bawah. Namun di antara belasan sponsor tersebut, ada dua sponsor yang banyak diperbincangkan publik.

Pasalnya, pagelaran Formula E itu juga menggandeng produsen sampanye Moet&Chaldon dan produsen bir, Heineken.

Kedua produsen tersebut tertera dalam deretan sponsor parter biasa. Hal ini yang kemudian mengundang berdebatan warganet di berbagai media sosial.

Terkait

Terpopuler

NW Discover

Video Pilihan

Terkini