Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Dana Tilepan ACT Digunakan untuk Koperasi Syariah 212, Guntur Romli: 212 Syariah Apaan Itu Nilep Dana, Maling Itu!

Dana Tilepan ACT Digunakan untuk Koperasi Syariah 212, Guntur Romli: 212 Syariah Apaan Itu Nilep Dana, Maling Itu! Kredit Foto: ACT
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat sosial media Mohamad Guntur Romli menyoroti dana untuk ahli waris korban pesatat JT 610 dari Boeing yang digunakan oleh Aksi Cepat Tanggap (ACT) untuk menggaji karyawan di Koperasi Syariah 212.

Ia pun geram dan menyebut hal itu bukan syariah melainkan maling.

Baca Juga: ACT Dikasih uang Rp138 M untuk Ahli Waris Korban JT 610, Eh yang Disalurkan cuma Rp20 M: Rp118 M Ditilep?

"212 syariah apaan itu, nilep dana, maling mah itu," ucapn Guntur dikutip dari Twitter pribadiny, Selasa (15/11/2022).

Diketahui, Jaksa mengungkapkan ada dana dari Boeing 737 untuk korban Lion Air JT610 yang dihibahkan ke Aksi Cepat Tanggap (ACT) tidak sesuai peruntukannya. Jaksa mengatakan, selain untuk pembangunan, dana itu dipakai untuk memberi gaji karyawan ACT hingga koperasi syariah 212.

Hal itu terungkap dalam dakwaan jaksa terdakwa mantan Presiden ACT Ahyudin, Presiden ACT Ibnu Khajar, dan petinggi ACT Hariyana Hermain, yang dibacakan di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (15/11/2022).

Awalnya, jaksa menerangkan korban Lion Air JT610 itu ada 189 orang, di mana Boeing memberikan dana sebesar USD 25 juta sebagai bantuan finansial untuk keluarga atau ahli waris korban kecelakaan Lion Air JT610.

Selain itu, Boeing memberikan dana USD 25 juta sebagai Boeing Community Investment Fund (BCIF), yang merupakan bantuan filantropis kepada komunitas lokal yang terdampak dari kecelakaan. 

Dana tersebut tidak langsung diterima oleh para ahli waris korban, namun diterima oleh organisasi amal atau pihak ketiga yang ditunjuk oleh ahli waris korban. Lembaga filantropi yang ditunjuk Boeing adalah ACT.

Singkat cerita, ahli waris korban mendapatkan santunan dari Boeing, yaitu masing-masing sebesar USD 144.320 atau setara dengan Rp 2 miliar. Santunan itu diterima langsung oleh ahli waris sendiri.

ACT sebagai lembaga filantropi juga mendapat USD 144.500 sesuai dengan persetujuan para keluarga korban. ACT mengatakan uang itu akan diperuntukkan buat membangun fasilitas sosial.

Keluarga korban Lion Air pun menyetujui pencairan dan meminta ACT membangun sarana pendidikan dengan menggunakan anggaran dana CSR dari perusahaan Boeing adalah sebanyak 68 ahli waris.

Baca Juga: Mantap! Eks Komisaris Ini Ngaku Siap Bayarin Utang Anies Baswedan ke Sandiaga Uno: Per Hari Ini Akan Saya Carikan Rp50 Miliar!

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: