Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Tak Hanya Yosua, Kepribadian Febri Diansyah juga Penting Digali: dari Aktivis Anti Korupsi Berubah jadi Pembela Pembunuh Berdarah Dingin

Tak Hanya Yosua, Kepribadian Febri Diansyah juga Penting Digali: dari Aktivis Anti Korupsi Berubah jadi Pembela Pembunuh Berdarah Dingin Kredit Foto: Instagram/Febri Diansyah
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial John Sitorus menyoroti pernyataan kepribadian ganda Brigadir Nofriansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J yang diucapkan oleh pengacara Putri Candrawathi Febri Diansyah.

"Bung Febri, saya pikir kepribadian Anda juga penting untuk digali," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Rabu (9/11/2022).

Baca Juga: Putri Sambo Nangis Minta Maaf ke Para Ajudannya: Saya Berdoa Supaya Adek Sekalian Sukses dan..

Febri menyebut bahwa dugaan kepribadian ganda ajudan Ferdy Sambo yang tewas itu penting untuk digali. Namun, John Sitorus menyoroti Febri Diansyah yang disebut juga berubah.

"Dari aktivis anti korupsi, penyelenggara anti korupsi hingga berubah menjadi pembela pembunuh berdarah dingin," tutur dia.

Bahkan, kata John teman yang berjuang di KPK dulu seperti Novel Baswedan pun tak setuju dengan langkah yang diambil Febri.

"Bahkan sohib anda, Novel Baswedan pun tak setuju, ini opini publik lho ya, jangan baper," imbuhnya.

Diketahui, Febri Diansyah mengungkapkan alasan pihaknya menyurati majelis hakim mengenai dugaan kepribadian ganda almarhum Nofriansyah Yosua Hutabarat alias Brigadir J.

Menurut Febri, dugaan itu tidak bisa dipisahkan dalam kasus dugaan pembunuhan berencana yang saat ini tengah diadili.

"Kita tentu mengetahui dalam kasus-kasus pidana khususnya kasus pembunuhan ada satu bagian penting yang tidak bisa dipisahkan, yaitu profil dari setiap pihak yang terkait. Bukan hanya profil korban tetapi juga profil para tersangka karena biasanya profiling psikologi ini dilakukan di tahap penyidikan, sehingga perlu menggali itu dalam proses persidangan," ujar Febri di Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan, Selasa (8/11/2022).

Febri menuturkan pihaknya ingin menggali dugaan tersebut dalam sidang ini karena sebelumnya belum mendapat kesempatan banyak.

"Karena memang pemeriksaan psikologi forensik ini menjadi penting, selain itu dari perspektif viktimologi kita juga harus melihat kontribusi tersangka, kontribusi dari korban atau kontribusi dari pihak lain untuk terjadinya sebuah kejahatan," tutur Febri.

Mantan Juru Bicara KPK ini menegaskan sudut pandang dalam kasus dugaan pembunuhan berencana tidak bisa dilihat hanya dengan kacamata hukum pidana. Menurut dia, diperlukan sudut pandang multidisiplin seperti psikologi, viktimologi, kriminologi, hingga studi ilmu yang telah dilakukan Polri sebagian dengan metode scientific Investigation.

Baca Juga: Optimisme di Tahun Kelinci, BNI Andalkan 3 Product Champion Buat Nasabah

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: