Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Gawat! Seruan Kembalikan Polri ke TNI, Refly Harun: Kita Memang Butuh Polisi Pengayom dan Pelindung, Bukan yang Punya Karakter...

Gawat! Seruan Kembalikan Polri ke TNI, Refly Harun: Kita Memang Butuh Polisi Pengayom dan Pelindung, Bukan yang Punya Karakter... Kredit Foto: Instagram/Refly Harun
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun menanggapi salah satu pernyataan dari warganet yang menyerukan agar institusi Polri dikembalikan berada di bawah naungan TNI.

Hal itu ditanggapi Refly Harun dalam video di Channel YouTube pribadi miliknya. Dalam tayangan tersebut, Refly Harun menentang adanya pengembalian Polri ke TNI.

Baca Juga: Mencengangkan! Hasil Polling Nyatakan Ada 93 Persen Percaya Ismail Beri Uang ke Kabareskrim, Refly Harun: Tidak Bisa Didiamkan...

Refly Harun juga membeberkan soal kedudukan Polri dan TNI bagi masyarakat dan negara.

"Enggak setuju jika Polri dikembalikan ke TNI terkait soal alat pemukul dan penguasa. Jadi kita nggak bisa membuat jalan keluar yang tidak sesuai dengan sistem dan karakter. Karena sekali lagi yang namanya polisi itu adalah sipil yang bersenjata," ungkap Refly Harun dalam Channel YouTube pribadi miliknya, Senin (7/11).

"Dia adalah pelindung dan pengayoman masyarakat, urusannya adalah human security, keamanan manusia. Sementara TNI adalah alat perang, alat untuk mempertahankan keutuhan dan kedaulatan wilayah kesatuan negara Republik Indonesia," lanjutnya.

Refly Harun juga menegaskan bahwa antara Polri dan TNI sangat jauh berbeda.

"Jadi dua entitas ini harusnya bagai air dan minyak yang tidak boleh saling mempengaruhi atau lagi di satu-satukan. Setelah pemisahan TNI Polri itu malah terkesan kita mempunyai dua institusi dengan watak militer jadinya. Institusi TNI dan institusi Polri, dimana Polri ada Brimob ya ada senjata laras panjang senjata berat juga ada densusnya dan lain sebagainya," papar Refly Harun.

Lanjut, Refly Harun juga menyebutkan bahwa seharusnya dalam Tanah Air ini, hanya ada satu institusi yang memiliki karakter merusak atau karakter berperang.

Baca Juga: Cak Imin Sarankan Jabatan Gubernur Dihapus, Jokowi Bilang Boleh-boleh Saja: Tapi Perlu Kajian Mendalam

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: