Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Terkait Persidangan Kasus Korupsi E-KTP, Pengamat: Di Mata Para Hakimnya, Mereka Sekelas Maling Ayam

Terkait Persidangan Kasus Korupsi E-KTP, Pengamat: Di Mata Para Hakimnya, Mereka Sekelas Maling Ayam Kredit Foto: Antara/ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan/aww
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik, Gigin Praginanto menyoroti hasil persidangan kasus korupsi E-KTP yang merugikan negara sebanyak Rp2,3 triliun, dengan terdakwa Husni Fahmi dan Isnu Edi Wijaya.

Dalam sidang lanjutan kasus korupsi E-KTP, Ketua Tim Teknis Pengadaan dan Penerapan E-KTP, Husni Fahmi dan Eks Direktur Utama Perum Percetakan Negara Republik Indonesia atau PNRI, Isnu Edi Wijaya mendapatkan vonis empat tahun penjara, serta denda Rp300 juta.

Baca Juga: Buntut Pemecatan Dirut MRT Jakarta, Wajah Asli Heru Budi Terkuak, Pakar: Apakah Dia Ada Tuduhan Korupsi

Sidang ini digelar di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi, Jakarta Pusat. Sementara itu, Ketua Majelis Hakim, Yusuf Pranowo memutuskan bahwa Husni dan Isnu terbukti melakukan tindak pidana korupsi.

Selain melakukan tindak pidana korupsi, dua terdakwa juga dianggap melakukan perbuatan memperkaya diri, dan menyebabkan negara rugi senilai Rp2,3 triliun.

Sehingga kedua terdakwa mendapatkan vonus empat tahun penjara, beserta denda Rp300 juta, dan subsider kurangan penjara selama enam bulan.

Terkait dengan hasil keputusan persidangan, Gigin Praginanto menilai bahwa kedua terdakwa korupsi E-KTP dianggap oleh para hakim serupa dengan maling ayam.

"Di mata para hakimnya, mereka sekelas dengan maling ayam," tandasnya dikutip dari Twitter @giginpraginanto, Kamis (3/11).

Baca Juga: TC Invest Optimis Ekonomi Indonesia Makin Tangguh Di 2023

Penulis/Editor: Ulya Hajar Dzakiah Yahya

Advertisement

Bagikan Artikel: