Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Rosti Merasa Ganjil dengan Permintaan Maaf Sambo-Putri: Mereka Kan Seorang Berpendidikan Bahkan Penegak Hukum…

Rosti Merasa Ganjil dengan Permintaan Maaf Sambo-Putri: Mereka Kan Seorang Berpendidikan Bahkan Penegak Hukum… Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
WE NewsWorthy, Jakarta -

Ibu kandung Brigadir J atau Nofriansyah Yosua Hutabarat, Rosti Simanjuntak, merasa masih ada yang mengganjal hatinya kendati telah mendapat permohonan maaf dari Ferdy Sambo dan istrinya.

Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi mengutarakan permohonan maafnya di persidangan lanjutan pembunuhan Yosua pada Selasa (1/11).

Baca Juga: Muncul ke Publik, Suami Susi ART Ferdy Sambo Minta Sang Istri Jangan Takut Jujur: Nggak Usah Bela Siapa-siapa, Bela Anak lah..

Kendati sudah mendapat permohonan maaf dari pasangan suami istri yang membunuh putranya, sebagai seorang ibu, Rosti masih memiliki ganjalan.

Ia merasa permintaan maaf yang diutarakan Sambo dan Putri tidak tulus dan tidak jujur jika melihat dari mimik wajahnya.

“Sebagai ibu, saya merasa ada yang terganjal karena mereka meminta maaf. Ferdy Sambo meminta maaf. Putri meminta maaf,” ujar Rosti di tayangan Primetime News MetroTV pada Rabu (2/11).

“Secara psikologi, mereka kan seorang berpendidikan bahkan penegak hukum. Dari wajah, mimik, pandangan merekabelum ada maaf yang setulus-tulusnya atau dengan kata yang jujur,” sambungnya.

Rosti juga menyoroti Sambo yang masih kekeh mempertahankan argumennya bahwa Yosua melakukan pelecehan seksual kepada Putri.

“Mereka masih bertahan, masih kekeh di dalam mengatakan pelecehan yg dilakukan anak saya,” ujar Rosti.

Sidang kasus pembunuhan Brigadir J kembali dilanjutkan pada hari Rabu (2/11) dengan terdakwa Ricky Rizal dan Kuat Maruf.

Sebelumnya, tiga terdakwa pembunuhan Brigadir J yang lain yaitu Richard Eliezer, Ferdy Sambo, dan Putri Candrawathi sudah menjalani sidang.

Baca Juga: Rocky Gerung: Esemka Versi Jokowi Sudah Gagal Total, Sekarang Itu Esemka Made in China

Penulis/Editor: Meilia Mulyaningrum

Advertisement

Bagikan Artikel: