Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Anies Terlalu Bimbang Pilih Cawapres Antara AHY dan Aher, Eko Kuntadhi Nyeletuk: Eh jadinya Malah AHY-Aher

Anies Terlalu Bimbang Pilih Cawapres Antara AHY dan Aher, Eko Kuntadhi Nyeletuk: Eh jadinya Malah AHY-Aher Kredit Foto: Instagram/aniesbaswedan
WE NewsWorthy, Jakarta -

Teka-teki Calon Wakil Presiden (Cawapres) pendamping Calon Presiden (Capres) Partai Nasional Demokrat (NasDem) Anies Baswedan masih terus berlanjut.

Dua nama yang digadang-gadang sebagai Cawapres Anies mencuao yaitu Ketua Umum Demokrat Agus Harimurthi Yudhoyono (AHY) dan Wakil Ketua Majelis Syuro/Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Ahmad Heryawan (Aher).

Baca Juga: Dinilai Tidak Belajar dari Kegagalan di DKI, AHY Malah Mau Maju Jadi Cawapres Anies: Masalahnya, Anies Mau Nggak?

Belakangan, diketahui, Anies bertemu dengan Aher dan pejabat PKS di di Kantor DPP PKS, Jalan TB Simatupang, Jakarta Selatan, Minggu (30/10/2022) kemarin.

Menanggapi hal itu, Mantan Ketua Umum Ganjarist (Relawan Ganjar Pranowo) menyebut bisa saja nama Anies hilang lantaran bimbang memilih Cawapres.

"Anies-AHY? atau Anies-Aher, eh jadinya malah AHY-Aher," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Senin (31/10/2022).

Diketahui, dua partai yang paling santer dikabarkan akan berkoalisi dengan Partai NasDem yaitu PKS dan Demokrat.

Dua partai ini pun pun masing-masing menyodorkan satu nama tokoh jagoan mereka mereka.

Dari kubu PKS, nama mantan Gubernur Jabar Ahmad Heryawan alias Aher disodorkan Ketua DPP PKS Ahmad Syaikhu dan dari Demokrat mengusung nama AHY.

Pengamat Politik Universitas Hasanuddin (Unhas), Sukri Tamma menuturkan, baik Aher maupun AHY sama-sama pantas menjadi pendamping Anies.

"Pantas tidak pantas itu kan sebenarnya dua-duanya pantas. AHY Demokrat, Aher kan PKS. Cuman kan pertanyaannya seorang pasangan Capres tentu diharapkan melengkapi," dikutip dari WE Online, Senin (31/10/2022).

Baca Juga: Golkar Gak Goyang, Mau Didatangi Nasdem atau PKS, Capres Tetap Airlangga Hartarto!

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: