Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Ungkit Pernyataan Anies Tak Mau Salip Prabowo Soal Capres, Ruhut Sitompul: Lidah Tak Bertulang, Memalukan Kalau Punya Rasa Malu

Ungkit Pernyataan Anies Tak Mau Salip Prabowo Soal Capres, Ruhut Sitompul: Lidah Tak Bertulang, Memalukan Kalau Punya Rasa Malu Kredit Foto: JPNN.com
WE NewsWorthy, Jakarta -

Politikus PDI Perjuangan Ruhut Sitompul kembali mengungkit pernyataan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan yang ogah menyalip Prabowo Subianto soal Calon Presiden (Capres).

Ia pun menyebut Anies sebagai sosok yang tak bermoral sehingga bisa suka-sukanya untuk berbohong.

Baca Juga: NasDem Nilai Anies Baswedan Paling Terbaik, Ruhut Sitompul Ngeledek: Hahaha Terbaik Dari Mana? Teropongnya Gelap Ah..

"Memang Lidah tak bertulang, jadi orang tdk bermoral ya suka2nya b o h o n g ha ha ha memalukan kalau masih punya rasa malu! MERDEKA," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Kamis (6/10/2022).

Anies Baswedan pernah menyatakan tidak ingin maju menjadi Capres bila Prabowo Subianto juga ikut Pilpres 2024. Pernyataan itu pernah dilontarkan Anies ketika menjelang Pilpres 2019.

Kini, Anies berpeluang berhadapan dengan ketua umum Gerindra itu di Pilpres 2024. Anies dideklarasikan sebagai calon presiden 2024 oleh NasDem. Sementara Prabowo telah dideklarasikan oleh Gerindra.

Menurut Ketua DPP NasDem Willy Aditya, pernyataan Anies ketika 2018 lalu dalam konteks sebagai orang yang diusung Gerindra pada Pilkada 2017. Anies banyak didorong maju sebagai capres di Pilpres 2019. Namun, dia tidak ingin mengkhianati amanahnya sebagai gubernur di ibu kota yang diusung oleh Prabowo.

"Itu kan dalam konteks Pilkada DKI," kata Willy kepada wartawan, dikutip Selasa (4/10).

Sementara saat ini posisi Anies akan segera berakhir masa jabatannya sebagai gubernur DKI Jakarta. Anies akan meninggalkan balai kota pada 16 Oktober mendatang.

Sehingga, menurut Willy, pernyataan Anies tidak ingin berhadapan dengan Prabowo sudah tidak lagi dalam konteks yang tepat.

"Toh jabatan di DKI sudah mau selesai kan, sudah 5 tahun kan, tentu itu menjadi sebuah hal yang sudah tidak kontekstual. Jadi kita bisa menongrimasi itu, teks dan konteks. Jadi konteksnya adalah beliau ingin menyelesaikan jabatan di DKI," jelas Willy.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: