Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

JIS Dinilai Lebih Mengerikan Ketimbang Stadion Kanjuruhan: Berpotensi Jadi Kuburan Massal

JIS Dinilai Lebih Mengerikan Ketimbang Stadion Kanjuruhan: Berpotensi Jadi Kuburan Massal Kredit Foto: Antara/Muhammad Adimaja
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Jhon Sitorus kembali melayangkan kritik untuk Stadion Jakarta International Stadium (JIS).

Jhon Sitorus menyebut stadion JIS bisa berpotensi menjadi kuburan massal karena pintu masuk dan keluar hanya satu arah.

Baca Juga: Politikus Golkar Disemprot Gegara Sebut Banjir Jakarta Tanda dari Alam Tidak Berpihak pada Pencapresan Anies: Logika Goblok

Hal itu disampaikan Jhon Sitorus dalam akun Twitter pribadinya, dikutip pada Kamis 6 Oktober 2022.

"Stadion ini BERPOTENSI BESAR jadi KUBURAN MASSAL jika menyelenggarakan LAGA DERBY dan terjadi CHAOS. Kenapa? AKSES masuk & keluarnya hanya satu arah saja, yaitu dari/ke arah BARAT," ujar Jhon Sitorus.

"Bayangkan 80.000 penonton dlm ruangan yang 80% TERTUTUP, ini lebih MENGERIKAN dr Kanjuruhan Malang," pungkasnya.

Diketahui, sebanyak 131 orang meninggal dunia karena tragedi Kanjuruhan. Kebanyakan mereka didata dari Rumah Sakit swasta. Data tersebut tercatat sampai, Rabu (5/10/2022).

Adapun rincian jumlah korban meninggal terdata sebanyak 44 orang di tiga rumah sakit pemerintah, yakni RSUD Kanjuruhan sebanyak 21 orang, RS Bhayangkara Hasta Brata Batu sebanyak dua orang dan RSU dr Saiful Anwar Malang sebanyak 20 orang.

Kemudian sebanyak 75 korban meninggal dunia terdata di tujuh rumah sakit swasta, yakni RSUD Gondanglegi sebanyak empat orang, RS Wafa Husada sebanyak 53 orang, RS Teja Husada sebanyak 13 orang, RS Hasta Husada sebanyak tiga orang, RS Ben Mari sebanyak satu orang, RST Soepraoen sebanyak satu orang dan RS Salsabila sebanyak satu orang.

Lalu sebanyak 12 orang korban meninggal dunia di luar fasilitas kesehatan.

Sebelumnya, kericuhan bermula saat ribuan Aremania merangsek masuk ke area lapangan setelah Arema sebagai tuan rumah kalah.

Mereka hendak protes ke pemain dan ofisial. Hal tersebut lantaran Arema kalah 2-3 dari musuh bebuyutan mereka untuk kali pertama dalam 23 tahun terakhir.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: