Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Novel Sebut Langkah KPK Jegal Anies Lewat Formula E Berbahaya, Denny Siregar: Untung Lu Udah Keluar KPK, Kalau di Dalam...

Novel Sebut Langkah KPK Jegal Anies Lewat Formula E Berbahaya, Denny Siregar: Untung Lu Udah Keluar KPK, Kalau di Dalam... Kredit Foto: YouTube/2045 TV
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat sosial media Denny Siregar menyoroti pernyataan mantan penyidik di Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Novel Baswedan yang menyebut upaya jegal Anies Baswedan lewat Formula E oleh KPK berbahaya.

Denny pun hanya tertawa sembari menyebut bahwa ada untungnya sosok Novel Baswedan sudah keluar dari KPK.

Baca Juga: Surya Paloh Resmi Capreskan Anies Baswedan, Denny Siregar Ambil Keputusan Ini: Maaf NasDem, Saya...

"Wkkwkw Pel Nopel.. Untung lu udah di luar KPK. Kalo masih ada di dalam, ga akan sedikitpun sentuh Anies Baswedan," ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Rabu (5/10/2022).

Mantan penyidik senior KPK Novel Baswedan menilai langkah Ketua KPK Firli Bahuri yang diduga ingin menjegal Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan lewat Formula E merupakan sesuatu yang berbahaya.

Dalam hal ini Novel merespons pemberitaan Tempo dengan tajuk 'Manuver Firli Menjegal Anies' yang tayang pada Sabtu (1/10).

"Yang berbahaya adalah ternyata dugaannya digunakan untuk kepentingan politik, jahat. Saya khawatir bukan ini saja, nanti ada saja tokoh-tokoh lain atau partai politik lain yang dikerjai dengan cara yang sama. Itu yang bahaya," ujar Novel dikutip dari akun Youtubenya, Senin (3/10).

Novel menuturkan setidaknya ada dua poin yang mesti disorot jika Firli benar ingin menjegal Anies yang notabene sedang menjadi favorit maju sebagai calon presiden 2024. Poin pertama yaitu akan ada korban.

"Orang yang mungkin tidak bersalah, orang yang kemudian punya prestasi tertentu untuk jadi kandidat pemimpin di negara ini ataupun dari legislasi, maka dia bisa dijegal," tutur Novel.

Kerugian kedua yakni hal tersebut akan membuat kepercayaan publik kepada lembaga penegak hukum terutama KPK akan semakin turun. Menurut Novel, kondisi demikian akan membuat masyarakat dan negara merugi.

"Jadi, kalaupun kemudian nanti ternyata pimpinan KPK dalam hal ini disebut Firli Bahuri dan Alexander Marwata, seandainya dia nekat begitu, ya, yang rugi kita semua. Dan yang pasti pemerintah rugi juga karena dampaknya ke negara," kata Novel.

Novel juga turut mengkritisi kewenangan KPK yang dapat menghentikan penyidikan (SP3) sebagaimana diatur dalam Pasal 40 Undang-undang (UU) Nomor 19 Tahun 2019 tentang perubahan kedua atas UU Nomor 30 Tahun 2002 tentang KPK. Menurutnya, hal itu membuat penanganan kasus termasuk Formula E bisa dilakukan dengan tidak hati-hati atau tak jelas usai dipaksakan naik penyidikan.

"Dalam banyak kesempatan bahwa kewenangan untuk menghentikan penyidikan itu membuat perkara yang tidak terlalu jelas, prudent, enggak terlalu kuat, itu kemudian bisa dipaksakan untuk naik ke penyidikan," ujar Novel.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: