Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Partai Ini Ungkap Setelah Deklarasi Anies Capres: Orang-orang NasDem Akan Disibukkan dengan Pemanggilan Oleh KPK, Siap-siap!

Partai Ini Ungkap Setelah Deklarasi Anies Capres: Orang-orang NasDem Akan Disibukkan dengan Pemanggilan Oleh KPK, Siap-siap! Kredit Foto: Sufri Yuliardi
WE NewsWorthy, Jakarta -

Salah satu akun di Twitter yaitu @PartaiSocmed menyebut orang-orang dari Partai Nasional Demokrat (NasDem) akan dipanggil oleh Komisi Pemberantasan Korup (KPK) setelah deklarasikan Anies Baswedan Calon Presiden (Capres) 2024.

"Setelah deklarasi kemarin siap2 saja orang2 @NasDem disibukkan dgn panggilan dari KPK atau lainnya," ucapya dikutip dari Twitter, Selasa (4/10/2022).

Baca Juga: NasDem Nilai Anies Baswedan Paling Terbaik, Ruhut Sitompul Ngeledek: Hahaha Terbaik Dari Mana? Teropongnya Gelap Ah..

Diketahui setelah Surya Palon deklarasikan Anies Baswedan jadi Capres NasDem, maka akan banyak pergolakan politik yang terjadi.

Pengamat politik Rocky Gerung pun menyebut keputusan nekat Paloh yang mendeklarasikan Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan sebagai Capres 2024 akan berimbas ke posisi partai di Istana.

Bahkan, kata Rocky kemungkinan menteri dari NasDem akan di-reshuffle.

"Tapi ada aspek lain dari kenekatan pak SP, sebut saja kalau saat ini Istana akan menghitung dan mungkin juga sekarang lagi bikin surat karena akan ada reshuffle menteri-menteri dari Nasdem," ucapnya dikutip dari Channel YouTube Rocky Gerung Official, Senin (3/10/2022).

Rocky pun menyebut hal itu pasti akan terjadi dan akan satu paket dengan reshuffle mantan Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Suharso Manoarfa yang dicopot jabatannya dari partai.

"Pastikan itu akan terjadi, maka bersiap-siap. Kan paling tidak 2 sampai 3 menteri akan di-reshuffle oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi)," ucapnya.

Akan tetapi, pria lulusan Universitas Indonesia itu menyebut ketika diganti dan di-reshuffle, siapa sosok yang aka mengganti.

"Itu masalahnya saat ini karena nggak ada yang diundang Pak Jokowi masuk kabinet, lalu merasa mending tidak masuk kabinet dan di luar saja karena udah ada semacam psikologi lebih baik dipecat Pak Jokowi daripada diundang untuk jadi menteri karena bebannya besar betul," paparnya.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: