Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

AHY Copot Lukas Enembe dari Ketua DPD Demokrat Papua: Kenapa Baru Dicopot Sekarang Mas?

AHY Copot Lukas Enembe dari Ketua DPD Demokrat Papua: Kenapa Baru Dicopot Sekarang Mas? Kredit Foto: Demokrat
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Helmi Felis menyoroti sikap Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) yang mencopot Gubernur Papua nonaktif, Lukas Enembe dari Ketua Dewan Perwakilan Daerah (DPD) Partai Demokrat Provinsi Papua. 

Helmi Felis mempertanyakan mengapa AHY baru mencopot Lukas Enembe.

Baca Juga: Anies Baswedan Dianggap Pantas Jadi Penerus Jokowi, Ferdinand Ngamuk: Hanya Orang Bodoh yang Percaya Itu

Hal itu disampaikan Helmi Felis dalam akun Twitter pribadinya, pada Kamis 29 September 2022.

"Kenapa baru dicopot sekarang mas? Nanya loh ini, cuma nanya," ujar Helmi Felis.

Diketahui Lukas Enembe kembali tidak menghadiri panggilan pemeriksaan oleh KPK pada hari ini, Senin (26/9), dengan alasan kondisi kesehatan yang belum membaik.

Penasihat hukum Lukas, Stefanus Roy Rening, mengklaim kliennya masih menderita sakit dan belum bisa datang ke Jakarta.

"Syarat orang memberi keterangan itu harus sehat. Kalau sakit gimana mau kasih keterangan," ujar Roy dalam jumpa pers di Kantor Penghubung Pemerintah Provinsi Papua di Jakarta Selatan, Senin (26/9/2022).

Roy mengatakan kemarin seharusnya Lukas berobat lagi ke Singapura, namun tidak bisa karena ada pencegahan ke luar negeri dari Imigrasi berdasarkan permintaan KPK.

"Oleh karena itu, kita cari solusi dokter KPK dan dokter pribadi periksa Bapak [Lukas Enembe] baik-baik," lanjut Roy.

KPK mengumumkan telah menetapkan Lukas Enembe sebagai tersangka kasus dugaan korupsi beberapa waktu lalu. Meski tidak menyampaikan secara detail perihal kasusnya, KPK menyinggung penyalahgunaan dana otonomi khusus (otsus).

Politikus Partai Demokrat ini telah dicegah bepergian ke luar negeri selama enam bulan terhitung sejak 7 September 2022 hingga 7 Maret 2023. Langkah itu dilakukan guna kelancaran proses penyidikan.

Adapun KPK menjadwalkan pemeriksaan terhadap Lukas sebagai tersangka pada hari ini. Ini merupakan panggilan kedua untuk Lukas setelah sebelumnya ia tidak hadir karena menderita sakit.

Lembaga antirasuah baru-baru ini menyatakan bakal mengembangkan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang diduga dilakukan Lukas ke arah tindak pidana pencucian uang (TPPU).

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: