Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Polda Metro Disebut Kobarkan Politik Identitas Lantaran Bentuk Pasukan Basmallah, Pengamat: Isu SARA Jadi Alat...

Polda Metro Disebut Kobarkan Politik Identitas Lantaran Bentuk Pasukan Basmallah, Pengamat: Isu SARA Jadi Alat... Kredit Foto: Antara/Galih Pradipta
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti tanggapan dari Wasekjen PA 212 Novel Bamukmin soal Polda Metro Jaya menerjunkan puluhan personel bernama ‘Pasukan Basmallah’ dikerahkan dalam aksi demo di depan Gedung DPR/MPR RI, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa 27 September 2022.

Novel menyebutkan bahwa pasukan Basmallah yang diinisiasi Kapolda Metro Jaya Irjen Fadil Imran, kata Novel, tidak akan membuat umat islam simpati kepada jenderal bintang dua itu.

Baca Juga: Telak! Jika Ganjar Pranowo Tidak Berani Lakukan Ini, Anies Baswedan Mutlak Bakal Diusung NasDem: Ternyata Dia Cuma Ban Serep...

Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto menyinggung soal Luhut Binsar Panjaitan yang disebut telah mengobarkan soal politik identitas.

Gigin Praginanto juga mengungkapkan bahwa kini, Polda justru melakukan hal yang serupa.

"Setelah LBP mengobarkan politik identitas kesukuan, sekarang Polda mengobarkan politik identitas keagamaan," ungkap Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya, Kamis (29/9).

Lanjut, Gigin Praginanto mengatakan bahwa hal tersebut dinilai seakan memperlihatkan alat politik dengan memainkan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: