Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Eko Kuntadhi Bandingkan Krisis di Inggris dengan Indonesia: Anak-anak di Desa Masih Ngunyah Tebu, Kita Hanya Perlu Bersyukur

Eko Kuntadhi Bandingkan Krisis di Inggris dengan Indonesia: Anak-anak di Desa Masih Ngunyah Tebu, Kita Hanya Perlu Bersyukur Kredit Foto: Instagram/Eko Kuntadhi
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pegiat media sosial Eko Kuntadhi menanggapi krisis ekonomi di Inggris yang telah sampai dirasakan oleh anak-anak.

Diketahui, banyak anak-anak yang mengunyah karet lantaran kelaparan. Tak hanya itu, ada juga anak yang berpura-pura makan dari kotak makan kosong karena tidak ingin teman-temannya tahu bahwa tidak ada makanan di rumahnya.

Baca Juga: Soal Polemik 400 Anggota Tim Bayangan Kemendikbud, Nadiem Dikritik: Kalau Digaji Pakai Duit Ojol yang Dia Dirikan Sih Gak Masalah

Hal itu disampaikan Eko Kuntadhi dalam akun Twitter pribadinya, pada Selasa 27 September 2022.

"Bahkan di Inggris anak-anak terpaksa ngunyah karet. Di Indonesia, Anak-anak di desa masih ngunyah tebu," ujar Eko Kuntadhi.

"Kita hanya perlu sedikit bersyukur....," pungkasnya.

Seperti diketahui, Inggris tengah mengalami krisis yang semakin memburuk dalam beberapa pekan belakangan. Bahkan, saat ini jutaan warga Inggris dikabarkan rela tidak makan layak agar bisa membayar tagihan listrik yang semakin mahal.

Money Advice Trust melaporkan, setidaknya 20 persen warga yang memiliki usia dewasa atau 10,9 juta orang menunggak tagihan listrik, naik 3 juta atau sekitar 45% sejak Maret 2022.

Sementara, 5,6 juta warga djuga dilaporkan memilih untuk tidak makan dan berhemat akibat krisis yang melanda negara itu dalam tiga bulan belakangan.

"(Mereka) melewatkan makan sekali sehari atau tidak makan sama sekali pada beberapa hari," tulis laporan tersebut dikutip dari The Guardian, Selasa (27/9/2022).

Bahkan, kabar terbaru menyebut, sejumlah pelajar di negara itu kelaparan dan mengunyah pengapus karet agar bisa menekan rasa lapar mereka.

Bahkan ada beberapa anak yang memilih untuk pergi ke taman bermain saat jam makan lantaran tidak memiliki uang untuk membeli makanan.

Salah satu sekolah di Lewisham, London mengatakan, ada seorang anak yang berpura-pura makan dengan kotak makan kosong guna menyembunyikan keadaannya yang sulit.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: