Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Nyaris 3 Bulan Kasus Pembunuhan Brigadir J Belum Juga Tuntas, Kuasa Hukum: Jangan Muter-muter

Nyaris 3 Bulan Kasus Pembunuhan Brigadir J Belum Juga Tuntas, Kuasa Hukum: Jangan Muter-muter Kredit Foto: Antara/Hafidz Mubarak A
WE NewsWorthy, Jakarta -

Kuasa hukum keluarga Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat mengkritik penanganan kasus pembunuhan berencana terhadap kliennya yang telah bergulir cukup lama hingga tiga bulan.

Nelson menilai semua orang sudah paham dengan kondisi hukum di Indonesia.

Baca Juga: Heran, Pasukan Ferdy Sambo Dibubarkan Tanpa Diaudit, Pakar: Seolah-olah Permainan Berakhir

“Sampai tiga bulan begini, tentunya kita siapa pun itu bisa pahamlah kondisi hukum di negara ini, di mana masalahnya, kalau koordinator kami bilang, ah sebulan saja selesai ini kalau kami," ujar Nelson seperti dikutip dari Channel YouTube salah satu TV Swasta.

Nelson juga mengatakan saat ini sudah ada 95 anggota Polri yang diduga melanggar kode etik.

“Luar biasa sebenarnya, yang sudah tersangka itu kan lima. Dari sana, kode etik sampai 95, hampir 100, nah nanti berkepanjangan lagi," ujar dia.

“Kalau memang harus ada first come first serve, ini masuk dulu lah, biar tahu kita. Jangan muter-muter, tersangka satu juga belum baju orange, yang lain bagaimana,” sambungnya.

Pasalnya, kata dia, berkas kasus Ferdy Sambo seharusnya sudah P21 atau dinyatakan lengkap oleh Kejaksaan Agung.

Namun, ternyata dikembalikan karena dinilai belum lengkap atau P19, salah satunya disebabkan tanda tangan yang tidak asli.

“Tentunya besok sudah harus disampaikann kembali ke Kejaksaan Agung, dan ini akan menjadi P21 lah. Karena tidak ada pernah disampaikan P19 sampai berulang kali," ujarnya.

Terkait soal proses sidang etik terhadap Brigjen Hendra Kurniawan, Nelson mengatakan hal itu di luar kemampuannya.

“Terus terang, yang menyangkut Saudara Brigadir Jenderal Hotel atau H, tentu secara pribadi atau kedinasan, beliau datang hadir ke sana, ini bagi kita hal di luar kemampuan kita.”

“Biarkan negara yang menyidik atau menyelidiki, apakah ini penggunaan APBD, APBN,” pungkasnya.

Sebelumnya, Ketua IPW, Sugeng Teguh Santoso mengatakan Ferdy Sambo bisa bebas dalam waktu 120 hari sejak ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan dalam kasus pembunuhan berencana terhadap Brigadir J.

"Masa penahanan Sambo itu 120 hari, sejak dia ditahan. Kalau lewat 120 hari, maka kalau belum lengkap Sambo akan bebas. Lepas demi hukum dari tahanan," kata Sugeng dikutip dari akun Instagram @rumpi_gosip, Minggu (25/9/2022).

Meski demikian, Sugeng memastikan perkara hukum Ferdy Sambo tetap berjalan.

"Perkaranya tetap berjalan,” lanjut Sugeng.

Diketahui, Ferdy Sambo ditetapkan sebagai tersangka pada 9 Agustus 2022. Mantan Kadiv Propam Polri itu langsung ditahan di Markas Komando Brimob Kelapa Dua, Depok, Jawa Barat.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Tag Terkait:

Advertisement

Bagikan Artikel: