Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Heran, Pasukan Ferdy Sambo Dibubarkan Tanpa Diaudit, Pakar: Seolah-olah Permainan Berakhir

Heran, Pasukan Ferdy Sambo Dibubarkan Tanpa Diaudit, Pakar: Seolah-olah Permainan Berakhir Kredit Foto: Antara/Asprilla Dwi Adha
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pakar Hukum Tata Negara Refly Harun meyakini bahwa penembakan Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat bukan karena pelecehan terhadap istri irjen ferdy sambo.

Refly Harun menyoroti pihak Ferdy Sambo dan Putri Candrawathi yang seringkali berubah-ubah mengenai tempat dugaan pelecehan.

Baca Juga: PSI Tuding Ada Lurah Pungli atas Instruksi Anies Baswedan, Pakar: Anies Tidak Sebodoh Itu

Refly Harun pun menyinggung kesaksian Bripka RR yang tidak melihat Putri Candrawathi menangis.

Hal itu disampaikan Refly Harun dalam kanal Youtube pribadinya, pada Senin 27 September 2022.

“Bripka RR awalnya berada di pihak dia (Ferdy Sambo) tapi, sekarang dia (Bripka RR) mengatakan tidak melihat Putri menangis. Justru yang menangis adalah Susi,” ujar Refly Harun.

Di sisi lain, lanjut dia, Bripka RR justru melihat pertengkaran antara Kuat Ma’ruf dengan Brigadir J.

“Yang dilihat justru ketegangan antara Kuat Ma’ruf dan Brigadir J, setelah itu Brigadir J yang dia antar ke kamar Putri (istri Ferdy Sambo), Putri (istri Ferdy Sambo) cuma tidur-tiduran saja," lanjutnya.

Oleh karenanya, dia menilai motif pembunuhan Brigadir J semakin tidak jelas.

"Tapi, kita tidak pernah mendapatkan konfirmasi apapun dari timsus mengenai kemungkinan motif tersebut, padahal ada atau tidak ada motif itu, maka fenomena Satgasus ini kan seharusnya dilakukan audit, tidak dibiarkan begitu saja,” tuturnya.

Penulis/Editor: Devi Nurlita

Advertisement

Bagikan Artikel: