Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Omongan Cucu Nabi Menggelegar: Anies Baswedan Berkuasa, Radikalisme, Intoleransi, dan Terorisme Akan Merajalela

Omongan Cucu Nabi Menggelegar: Anies Baswedan Berkuasa, Radikalisme, Intoleransi, dan Terorisme Akan Merajalela Kredit Foto: Antara/Aditya Pradana Putra
WE NewsWorthy, Jakarta -

Mantan Politisi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Habib Husin Alwi Shihab yang memiliki keturunan Nabi Muhammad SAW angkat suara soal Anies Baswedan yang digadang-gadang bakal memimpin Indonesia di tahun 2024 mendatang.

Ia menjelaskan bahwa jika Anies berkuasa, maka radikalisme, intoleransi dan terorisme akan semakin merajalela.

Baca Juga: Bukan Sekadar Gagal, Anies Baswedan Disebut Tukang Tipu Terkait Kepemimpinannya di DKI, Warganet: Ketololannya Sudah Menumpuk!

“Kita mesti tau bahwa jika AB berkuasa yg namanya radikalisme, intoleransi & terorisme akan makin merajalela. Kita yg nasionalis mesti punya sikap. Mereka sangat masiv di dunia siber. Semoga Allah berkati alam NKRI. Amin,” ucapnya dikutip dari Twitter pribadinya, Senin (26/9/2022).

Cuitan Habib Husin ini terkait voting Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan di media sosial yang selalu menang dalam beberapa polling yang menjadikannya Presiden di 2024.

“Akun-akun bot piaran Kadrun berusaha memenangkan voting ini,” ucapnya dalam akun sosial medianya," tambahnya.

Selain itu cuitan ini juga menanggapi hasil polling yang dilakukan Gus Nadirsyah Hosen atau Khazanah GNH di akun twitternya yang dilakukan pada Sabtu, (24/9/2022) lalu.

Dalam votes itu, ada tiga pilihan yakni Puan Maharani, Anies Baswedan dan pilihan ketiga adalah Golput.

“Jikalau seandainya hanya ada dua pasang Calon Presiden 2024 spt di bawah ini. Siapa yang anda pilih?,” tulis Khazanah GNH.

Puan Maharani hanya mendapat 3 persen suara, Anies 56 persen dan 41 persen memilih untuk golput.

Dia menjelaskan, hasil polling ini mengindikasikan bahwa jikalau Puan dan Anies head-to-head di Pilpres, maka Anies menang telak.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: