Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Erick Thohir Tegaskan Beban Impor Elpiji Rp70 Triliun Per Tahun, Pengamat: Penikmatnya Adalah...

Erick Thohir Tegaskan Beban Impor Elpiji Rp70 Triliun Per Tahun, Pengamat: Penikmatnya Adalah... Kredit Foto: Antara/Menteri BUMN Erick Thohir. ANTARA/HO-Kemen BUMN/pri.
WE NewsWorthy, Jakarta -

Pengamat kebijakan publik Gigin Praginanto menyoroti pernyataan dari Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir yang menyebut, Indonesia selama ini terbebani impor elpiji sebanyak Rp70 triliun setiap tahun.

Dengan begitu, Erick Thohir menilai, konversi kompor gas ke listrik bisa mengurangi beban impor.

Hal tersebut ditanggapi Gigin Praginanto melalui akun Twitter pribadi miliknya. Dalam cuitannya, Gigin Praginanto mengatakan bahwa ada pihak yang bakal lebih diuntungkan.

Baca Juga: Akui Sebar 2.800 Tabloid di Malang, Relawan Anies Baswedan Disindir: Mereka Gak Kuat Bohong, Suka Playing Victim.. Akhirnya Tanggung Malu!

Gigin Praginanto juga menyebutkan bahwa para penikmatnya yakni pembangkit listrik swasta.

"Kantongnya bakal makin tebal. Kompor listrik akan membuat rekening listrik rakyat naik. Yang paling menikmati adalah pembangkit listrik swasta karena mendominasi produksi listrik nasional. Dia salah satu pemilik Adaro Energy, pembangkit listrik swasta terbesar," tutur Gigin Praginanto, melalui akun Twitter pribadi miliknya, Senin (26/9).

Sementara itu, Erick Thohir menjelaskan, peralihan dari LPG perlu dilakukan secara perlahan untuk melepas ketergantungan. Salah satu cara yang bisa dijalankan dan cukup populer adalah dengan konversi ke kompor listrik.

Penulis/Editor: Irania Zulia

Advertisement

Bagikan Artikel: