Menu
Nasional
Megapolitan
Daerah
Politik
Hukum
Video
Indeks
About Us
Social Media

Adi Prayitno Diskakmat Tokoh NU Efek Kritik AHY: Semua Partai Dihantam, Coba Lu Hantam PDIP Berani Nggak?

Adi Prayitno Diskakmat Tokoh NU Efek Kritik AHY: Semua Partai Dihantam, Coba Lu Hantam PDIP Berani Nggak? Kredit Foto: Demokrat
WE NewsWorthy, Jakarta -

Tokoh Nahdlatul Ulama (NU) Umar Hasibuan angkat suara soal kritikan pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno terhadap Ketua Umum (Ketum) Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY)

Sebelumnya, AHY mengklaim banyak pembangunan infrastruktur di era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), yang kemudian banyak diresmikan presiden Joko Widodo.

Baca Juga: Fitnahan Kian Datang pada Ganjar Pranowo, Hasil Survei Tetap di Posisi Nomor Satu: Beliau Bekerja yang Terbaik untuk Rakyat!

Akademisi UIN ini menilai, kritik AHY terhadap pemerintahan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur sebagai politik bunuh diri.

Menanggapi pernyataan Adi, Gus Umar memberikan sindiran keras.

Ia mengomentari pernyataan Adi yang belakangan mengkritik sejumlah partai.

Politikus PKB ini pun menantang Adi untuk mengkritik PDI Perjuangan.

"Ini pengamat siapa ya? Baru ya? Semua partai dia hantam kmrn PKB dia sikat skrg demokrat. Coba lu hantam PDIP berani gak?" ucapnya dikutip dari twitter pribadinya, Senin (26/9/2022).

Sebelumnya, Pengamat politik UIN Syarif Hidayatullah Jakarta Adi Prayitno menilai, kritik AHY terhadap pemerintahan Jokowi dalam pembangunan infrastruktur sebagai politik bunuh diri.

Sebab, infrastruktur justru selama ini jadi tulang punggung kepuasan publik terhadap Jokowi.

“Infrastruktur itu backbone politik Jokowi. Kepuasaan publik di bidang infrastruktur memuaskan. Wajah politik Jokowi itu wajah politik infrastruktur. Tak perlu ahli untuk jelaskan infrastruktur Jokowi unggul dari SBY. Mestinya kalau mau kritik bisa isu lain,” kata Adi kepada wartawan, Minggu (25/9/2022).

Menurut Adi, serangan AHY ke pemerintah dinilai minim data. Sehingga Demokrat tampak kelimpungan menjawab serangan balik pemerintah.

Penulis/Editor: Alfi Dinilhaq

Advertisement

Bagikan Artikel: